Karena lisensinya yang bebas, linux bisa didistribusikan oleh siapapun dengan tambahan aplikasi yang sesuai kebutuhan atau keinginan distributornya.Ada distro linux yang cocok untuk sehari-hari. Ada yang cocok untuk multimedia. Ada yang untuk pendidikan. Ada yang khusus untuk komputer jadul, ada yang khusus agama tertentu. Dan masih banyak lagi.
Beraneka ragam pilihan ini, memang PASTI membuat bingung pemula. Nah, kalo anda memang niat memakai linux, bisa baca tips dari saya untuk memilih distro yang tepat.
Tapi sebelum itu, kita akan melihat sejenak beberapa distro yang menurut saya, paling berpengaruh dalam sejarah linux.
1. Slackware
Distro ini lahir tahun 1993. Saat ini menjadi distro tertua yang masih bertahan hidup. Distro ini cocok untuk yang sudah mahir linux.
2. Debian
Lahir tahun 1994. Dikembangkan oleh komunitas. Ini distro pertama yang mempunyai paket manajer yang memudahkan pengguna. Apa itu paket manajer? Sabar... ada potingan khusus nanti.
Debian menjadi induk banyak distro turunan, karena paket aplikasinya paling banyak saat ini. Juga dukungan Debian untuk berbagai arsitektur komputer.
3. Red Hat Enterprise Linux (RHEL) dan Fedora
Distro komersil pertama yang sukses di pasaran. Lahir tahun 1995. Fokus pada server dan didukung perusahaan yang kuat, Red Hat menajadi standard dalam dunia server linux.
Selain RHEL, produk lain Red Hat adalah Fedora, yang dikembangkan komunitas dengan sponsor dari Red Hat.
4. SUSE dan OpenSUSE
Distro komersial paling berpengaruh di Eropa. Lahir di Jerman, tahun 1996. Saat ini, SUSE dimiliki oleh Novell, yang merupakan perusahaan linux terbesar kedua setelah Red Hat. OpenSUSE adalah versi non-komersial yang dikembangkan oleh komunitas.
5. Mandriva
Distro dengan orientasi desktop ini menjadi salah satu contoh yang mengilhami distro-distro selanjutnya. Lahir dengan nama Mandrake tahin 1998, Mandriva pernah menjadi "rajanya" distro untuk pemula. Distro ini merupakan turunan Red Hat.
6. Knoppix
Hal utama yang membuat Knoppix unik adalah, fokusnya pada Live CD. Artinya, distro ini tidak harus diinstal ke dalam hard disk. Saat ini, hampir semua distro mengadopsi Live CD sebagai sebuah "kewajiban". Distro ini lahir tahun 2001 dan merupakan turunan Debian.
7. Gentoo
Dua keunikan utama Gentoo adalah, instalasinya dari kode sumber (apa itu?). Kedua, update setiap saat atau rolling release (apa itu?). Lahir tahun 2002, Gentoo menjadi basis bagi beberapa distro lain seperti Sabayon.
8.Ubuntu
Lahir tahun 2004, Ubuntu menjadi distro linux paling populer hingga saat ini. Didukung oleh Canonical, perusahaan yang didirikan oleh Mark Shuttleworth, milyarder dari Afrika Selatan.
Sama seperti induknya, yaitu Debian, Ubuntu juga didukung oleh komunitas yang sangat besar. Awalnya Ubuntu membagikan CD instalasi gratis ke seluruh dunia.
Note:
Beberapa distro lain yang patut disebutkan seperti DamnSmallLinux yang membuat Linux menjadi sangat kecil sehingga muat di USB flashdisk. ChromeOS, distro berbasis komputasi awan (cloud computing).
Juga Android, meskipun tidak memakai komponen GNU, namun memakai kernel linux dalam OS-nya. Android saat ini menjadi sistem operasi smartphone yang paling banyak digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kalau ingin dapat belasan lewat email, klik "Subscribe by email" yang ada di bawah.
Terima kasih...